Pengantar Bisnis
Pengertian Kewirausahaan
Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.
Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya
![]() |
| Pengertian kewirausahaan |
Pengertian Wirausaha
Setelah anda mengetahui tentang pengertian kewirausahaan, maka sudah barang tentu anda tahu apa arti wirausaha itu sendiri. Hal itu karena pengertian wirausaha sederhananya adalah orang yang menjalankan wirausaha itu sendiri. Berikut tiga ahli yang memberikan tanggapan tentang apa pengertian wirausaha atau entrepreneur itu.
- Wirausaha atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan kesempatan bisnis mengumpulkan sumber sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan (Geoffrey G. Meredit et ak, 1995)
- Enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis menerima imbalan jasa berupa profit nonfinancial (Skinner, 1992)
- Wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Wirausaha memiliki pengetahuan yang luas tentang lingkungan dan membuat keputusan keputusan tentang lingkungan usaha, mengelola sejumlah modal dan menghadapi ketidakpastian untuk meraih keuntungan (Say, 1996).
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
sumber http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-kewirausahaan-dan-wirausaha-serta-ciri-dan-tujuannya.html
PERKEMBANGAN WARALABA DI INDONESIA
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan penjual.
Mc Donalds, salah satu pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia
Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restoran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restoran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama pada tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.
Kategori waralaba berbeda-beda antara lain : franchise dalam bentuk makanan, pendidikan dan lain-lain. salah satu bentuk nya adalah dan masih banyak lagi franchise yang berkembang di Indonesia ini.
Waralaba di Indonesia
Di Indonesia sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya . Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah(PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut :
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan Sistem Pemerintah atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi.
Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).
Contoh waralaba diindonesia:

Jenis-Jenis Usaha yang berpotensial Waralaba
Berdasarkan kriteria yang digunakan, kita bisa membedakan jenis franchise. Secara umum, kita bisa membedakan franchise industrial dan franchise komersial:
1. Franchise industrial
Adalah suatu bentuk kerjasama wirausaha antar pengusaha(manufacturer). Franchisor adalah pemilik sistem manufacture dan/atau brevet eksklusif. Di sini, franchisor memberikan pengusaha (manufacturer) lainnya hak mengeksploitasi sistem manufacture dan/atau brefet eksklusif dan mengoperasikannya di wilayah yang terbatas. Karena dengan semua sarana yang dimiliki akan memungkinkan franchisee melakukan bisnis usaha yang sama dengan franchisor, yaitu dengan mengkopi formula dan metodologi yang ditransferkan. Oleh karena itu, franchisor tidak menyerahkan kepada franchisee integralitas dari prosedur produksi melainkan hanya sebagian.
2. Franchise komersial, terdiri dari:
Franchise distribusi produk: adalah franchise yang bertujuan mengkomersialisasi satu atau beberapa produk, yang biasanya diproduksi oleh franchisor atau didistribusikan oleh franchisor secara eksklusif
Franchise distribusi jasa: obyek perusahaan terdiri dari satu atau kesatuan dari jasa, yang dikomersialisasikan oleh franchisee, berdasarkan metodologi yang dia terima dari franchisor. Jenis franchise ini membutuhkan kontrol yang cukup ketat dari franchisor supaya kualitas servis yang memuaskan tercapai.
Dari beberapa sektor bisnis waralaba yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Mungkin beberapa data berikut bisa menjadi pertimbangan anda sebelum menentukan akan berinvestasi waralaba di sektor mana, berikut jenis sektor usaha di bidang waralaba yang bisa dijajaki:
- Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan
Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia. Menurut Dewan Pengarah WALI (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia) , Amir Karamoy sektor ini masih akan menjadi primadona di tahun mendatang. Pasalnya, kebutuhan akan makanan dan minuman menjadi harga mati setiap orang. Ia menyarankan, masyarakat yang tertarik terjun ke bisnis makanan dan minuman bisa mencoba peluang di usaha es krim, yoghurt, fast-food, atau makanan kecil seperti donat.
- Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel
Peminat sektor ritel terbilang paling tinggi tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran bisnis waralaba menduduki peringkat kedua. Dewan Pengarah WALI Amir Karamoy masih melihat, tawaran waralaba atau kemitraan minimarket masih prospektif tahun depan. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari hari turut menunjang perkembangan minimarket. Jangan heran, hampir di setiap lokasi perumahan selalu bisa kita jumpai minimarket. Tak jarang, letaknya saling berhimpitan.
- Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa
Sepintas, sektor jasa terlihat sepele. Namun, justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang yang sangat menarik di tahun 2010. Peluang usaha yang menarik di sektor ini misalnya bisnis jasa pencucian mobil dan motor, termasuk di antaranya jasa cuci helm. Banyak pihak meyakini, pemulihan ekonomi Indonesia akan mendongkrak pertumbuhan otomotif di Indonesia tahun depan. Ini menjadi berita baik bagi mereka yang ingin berusaha di sektor jasa otomotif.
- Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi
Salah satu subsektor bisnis ritel ini bakal menarik tahun depan. Terutama, bisnis apotek. Apalagi, pemerintah sudah menghapus ketentuan mengenai jarak antar apotek yang minimal 500 meter. Merujuk pengalaman pemilik jaringan waralaba apotek K-24 Gideon Hartono, omzet setiap gerai waralabanya bisa bertumbuh antara 15% hingga 60% dari tahun ke tahun. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi terhadap obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya.
sumber https://zehanwidiastuti.wordpress.com/2014/04/09/perkembangan-waralaba-di-indonesia/
Keuntungan Bisnis dalamWaralaba

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, waralaba atau franchise adalah sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan franchisor (pewaralaba) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu dan area tertentu. Dalam bisnis ini, ada 2 pihak yang terlibat yaitu franchisor (pewaralaba) sebagai pihak yang memiliki, menyewakan, ataupun menjual merek dan sebuah sistem, serta franchisee (terwaralaba) sebagai pihak yang membeli merek dan sebuah sistem bisnis dari pewaralaba dengan syarat yang telah disepakati bersama. Dengan membeli bisnis waralaba ini, ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan.
Lebih Cepat Memulai Bisnis
Dengan memilih bisnis waralaba, Anda tak perlu repot-repot membuat proposal bisnis dan strategi marketing. Dari segi perencanaan, bisnis waralaba ini relatif singkat, Anda hanya perlu menjalankan sistem yang telah dijalankan pihak pewaralaba. Biasanya, Anda hanya perlu menyiapkan tempat, dan semua kebutuhan bisnis akan disediakan langsung oleh pihak pewaralaba.
Memiliki Partner Profesional
Franchisor atau pewaralaba secara otomatis telah menjadi partner bisnis sejak Anda mendaftarkan diri dengan membeli atau menyewa bisnis ini. Dengan memiliki partner yang profesional, Anda tidak perlu lagi bingung dalam menjalankan bisnis. Biasanya pihak pewaralaba akan siap mendukung bisnis Anda dan memberikan berbagai fasilitas yang Anda butuhkan. Hal ini tentu demi perkembangan bisnis Anda maupun partner (pewaralaba) Anda.
Tak Perlu Branding
Produk dan merek bisnis ini biasanya sudah dikenal masyarakat luas sehingga Anda tak perlu repot lagi melakukan branding pada merek bisnis. Yang terpenting dalam bisnis ini adalah saat memilih bisnis dan menentukan dengan siapa Anda akan bekerja sama. Cobalah memilih bisnis franchise yang sudah dikenal dan memiliki citra positif di masyarakat.
Memiliki Media Promosi Gratis
Dengan memilih bisnis franchise, Anda tak perlu pusing memikirkan bagaimana cara mempromosikan bisnis ini. Karena pihak pewaralaba pasti telah memikirkan strategi yang tepat untuk mempromosikan bisnisnya. Secara tidak langsung, Anda juga bisa mendapat media iklan secara gratis dari pihak pewaralaba.
Menjalankan Bisnis dengan Mudah
Bisnis franchise yang Anda jalani akan secara otomatis memengaruhi perkembangan bisnis pewaralaba. Dengan begitu, pihak pewaralaba sangat menginginkan Anda berhasil dan mendapatkan keuntungan yang banyak. Untuk mendukung hal tersebut, mereka akan memberikan sistem manajemen yang sudah teruji sehingga memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis franchise.
sumber https://www.jurnal.id/id/blog/2017/5-keuntungan-memulai-bisnis-waralaba-atau-franchise
Pengertian Dan Peranan Manajemen
- Pengertian Manajemen
Apakah organisasi itu? Organisasi dapat diartikan sebagai suatu kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam organisasi dirasakan perlunya bekerja sama atau bantuan orang lain. Keberhasilan suatu organisasi antara lain ditentukan oleh kemampuan manajer untuk mengatur kerja sama tersebut. Kegiatan memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, mengembangkan kegiatan organisasi merupakan kegiatan manajemen.
Berikut ini dikemukakan berbagai batasan manajemen.
- George R. Terry dalam bukunya The Principles of Management mengatakan bahwa manajemen adalahpencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan menggunakan kegiatan orang lain.
- Henry Fayol dalam bukunya General Industrial Management mengatakan bahwa manajemen adalah proses tertentu yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
- John D. Millet dalam bukunya Management in the Public Service mengemukakan bahwa manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.
- Harold Koontz dan Cyril O’Donnell dalam bukunya ThePrinciples of Management mengatakan bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
Dari berbagai batasan/ definisi di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen memiliki manfaat dalam pengembangan berbagai organisasi/instansi, baik swasta maupun pemerintah. Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan.
- Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun perusahaan.
- Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
- Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbangan dari berbagai tujuan.
Dalam setiap ilmu manajemen terdapat metode ilmiah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen. Metode ilmiah tersebut pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan sebagai berikut.
- Mengetahui adanya masalah.
- Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.
- Mengumpulkan data.
- Mengolah data guna menyusun alternatif penyelesaian.
- Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
- Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut.
Manajemen juga dapat dikatakan sebagai seni, dimana manajemen berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata, mendatangkan hasil atau manfaat. Seni manajemen meliputi kemampuan memandang bagian-bagian yang harus ada dalam organisasi sebagai suatu totalitas sistem dan menjadi suatu kesatuan gambaran tentang visi. Seni manajemen mencakup kemampuan menyampaikan visi tersebut kepada komponen manajemen. Dalam merencanakan, mengorganisir, menggerakkan, dan mengendalikan seluruh aspek manajemen dilakukan dengan seni, dan tidak kaku.
2.Tingkat-Tingkat Manajemen
Tingkatan manajemen dalam organisasi biasanya mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemenlini pertama.
Manajemen Puncak (Top Level Management)
Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen tertinggi dalam sebuah organisasi, yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan aktivitas organisasi. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen puncak adalah: direktur, presiden direktur, dewan direksi, dan sebagainya.
Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah bertugas mengembangkan rencana-rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang lebih tinggi dan melaporkannya kepada top manajer. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen menengah adalah: kepala departemen, kepala pengawas, dan sebagainya.
Manajemen Lini Pertama (First Level/ First Line Management)
Manajemen lini pertama merupakan tingkatan yang paling bawah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional.Manajemen lini pertama ini dikenal dengan istilah operasional (supervisor, kepala seksi, dan mandor).
3.Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen merupakan elemen-elemen dasar yang selalu melekat dalam proses manajemen dan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Fungsi manajemen yang paling mendasar adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Di bawah ini dijelaskan fungsi manajemen sebagai berikut :
Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan serangkaian proses pemilihan/ penetapan tujuan organisasi dan penentuan berbagai strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. T.Hani Handoko mengemukakan 4 tahap yang harus dilalui dalam proses perencanaan yaitu:
- Menetapkan Serangkaian Tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan tentangkeinginan kebutuhan organisasi/kelompok kerja.
- Merumuskan Keadaan Saat Ini
Dengan menganalisis keadaan sekarang secara baik, makadapat diperkirakan keadaan di masa yang akan datang.
- Mengidentifikasi Kemudahan dan Hambatan
Dalam mengidentifikasi kemudahan dan hambatan dapatdipakai metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, andTreats).Kemudahan, hambatan, kekuatan, dan kelemahan dariorganisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.
- Mengembangkan Rencana untuk Pencapaian Tujuan
Tahap terakhir dari proses perencanaan diperlukan berbagai penilaian alternatif dan pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai alternative yang ada. Bagi sebuah organisasi, perencanaan sangat diperlukan karena tanpa perencanaan yang baik kegiatan organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Perencanaan yang baik akan memberikan manfaat, antara lain sebagai berikut:
- Dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
- Dapat menjamin tercapainya tujuan organisasi
- Dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang
- Mudah dalam melakukan pengawasan
sumber https://wulanjunichiro.wordpress.com/2016/11/06/peranan-dan-fungsi-manajemen/
Definisi dan Bentuk Organisasi
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
bentuk-bentuk organisasi
Salah satu usaha untuk menjamin adanya fleksibilitas dalam rangka pengembangan organisasi, maka bentuk organisasi harus diusahakan sesederhana mungkin. Dalam perkembangannya sampai sekarang ini pada pokoknya ada beberapa macam bentuk organisasi yang masing-masing mempunyai kebaikan dan keburukannya.
- Organisasi Lini
- Organisasi Staf
- Organisasi Fungsional
- Organisasi Lini dan Staf
- Organisasi Fungsional dan Lini
- Organisasi Fungsional dan Staf
- Organisasi Komite
-
Organisasi Matrik
******
-
Organisasi Lini
adalah
bentuk organisasi yang didalamnya tedapat garis wewenang yang berhubungan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan. Setiap kepala unit mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan kepada kepala unit satu tingkat diatasnya. Disebut sebagai organisasi lini (line/command
organization) jika dalam pembagian tugas serta
wewenang terdapat perbedaan yang nyata antara
satuan organisasi pimpinan dengan satuan organisasi
pelaksana.
Ciri-cirinya:
- Jumlah karyawannya sedikit,
- Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana,
- Sarana dan prasarananya terbatas,
- Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung,
-
Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando,
- Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar,
- Proses decision making berjalan cepat,
- Disiplin dan loyalitas tinggi,
- Rasa saling pengertian antar anggota tinggi,
-
Kesatuan arah dan perintah lebih
terjamin serta pengawasan dan koordinasi lebih
mudah.
- Keburukan
- Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis,
- Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat,
- Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedaka dengan tujuan organisasi,
- Karyawan tegantung pada satu orang dalam organisasi,
- keputusan diambil oleh satu orang maka keputusan tersebut sering kurang sempurna serta dibutuhkan pemimpin yang berwibawa dan berpengetahuan luas, yang tidak mudah ditemukan.

Gambar 1. Bagan Organisasi Lini
- Organisasi Staf adalah suatu bentuk organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pimpinan tertinggi. Bawahan hanya berfungsi memberikan bantuan untuk kelancaran tugas pimpinan. Didalam praktik, organsasi kantor yang murni menjalankan sistem/bentuk staf tidak ada, karena tidak ada pekerjaan kantor yang seratus persen terdiri atas pekerjaan pikiran saja. Disebut organisasi staf jika dalam organisasi dikembangkan satuan organsasi staf yang berperan sebagai pembantu pimpinan. Bantuan yang diberikan oleh staf tersebut hanya bersifat nasihat saja, sedangkan keputusan dan pelaksanan dari keputusan tersebut tetap berada ditangan pimpinan. Bentuk ini biasanya sangat cocok bila digabungkan dengan bentuk organisasi lainnya.
Ciri-cirinya:
- Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana.
- Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan.
- Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Keputusan dapat lebih baik, karena telah dipikirkan oleh sekelompok kalangan ahli.
- Keburukan
-
Pengambilan keputusan lebih lama dari pada organisasi lini dan karena itu dapat menghambat kelancaran program.

Gambar 2. Bagan Organisasi Staf
-
Organisasi Fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
Ciri-cirinya:
- Organisasi kecil,
- Didalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli,
- Spesialisasi dalam pelaksaan tugas,
- Target yang hendak dicapai jelas dan pasti,
-
Pengawasan dilakukan secara ketat.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Program terarah, jelas, dan cepat,
- Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai,
- Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat.
- Keburukan
- Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi.
- Koordinasi sulit dilaksanakan,
- Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan.

Gambar 3. Bagan Organisasi Fungsional
-
Organisasi Lini dan Staf
adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staf yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel dan sebagainya. Pada bentuk organisasi ini peranan staf tidak hanya terbatas pada pemberian nasehat tetapi juga diberikan tanggung jawab melaksanakan kegiatan tertentu. Bantuan yang diharapkan dari staf tidak hanya beruap pemikiran saja, tetapi juga telah menyangkut pelaksanaannya.
Ciri-cirinya:
- Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung,
- Karyawan banyak,
- Organisasi besar,
- Ada dua kelompok kerja dalam organisasi yaitu personel lini dan personel staf sehingga ditekankan adanya spesialisasi. Personel lini membuat keputusan yang menghasilkan sasaran bisnis spesifik. Sedangkan personel staf mendukung usaha-usaha dari jabatan lini.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Ada pembagian tugas yang jelas,
- Kerjasama dan koordinasi dapet dilaksanakan dengan jelas,
- Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin, sehingga mendorong
disiplin dan tanggung jawab kerja yang tinggi,
- Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place,
- Organisasi ini fleksibel untuk diterapkan,
- Keputusan yang diambil lebih baik karena telah
dipikirkan oleh sejumlah orang,
- Tanggung jawab
pimpinan berkurang dan karena itu lebih memusatkan
perhatian pada masalah yang lebih penting,
- Keburukan
- Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan,
- Proses decision making berliku-liku, lebih lama serta jika staf tidak mengetahui
batas-batas wewenangnya dapat menimbulkan
kebingungan pelaksana,
- Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil-system patronage,
-
Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lainnya.

Gambar 4. Bagan Organisasi Lini dan Staf
-
Organisasi Fungsional dan Lini
adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
Ciri-cirinya:
- Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan,
- Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional,
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaaneselon.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Solodaritas dan disiplin tinggi,
- Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan secara maksimum,
- Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.
- Keburukan
- Kurang fleksibel dan tour of duty,
- Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang,
-
Spesialisasi memberikan kejenuhan.

Gambar 5. Bagan Organisasi Fungsional dan Lini
-
Organisasi Fungsional dan Staff
adalah organisasi yang merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari dua bentuk organisasinya.
Ciri-cirinya:
- Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan,
- Spesialisasi secara praktis pada pada pejabat fungsional,
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat pekerjaan.
Gambar 6. Bagan Organisasi Fungsional dan Staf
-
Organisasi Komiteadalah suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Organisasi komite terdiri dari Executive Committee (Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini.
Dan
Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf.
Ciri-cirinya:
- Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
- Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
- Asas musyawarah sangat ditonjolkan.
- Organisasinya besar dan struktur tidak sederhana
- Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan,
- Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil,
-
Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin.
- Keburukan
- Proses decision making sangat lambat,
-
Biaya operasional rutin sangat tinggi,
- Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab.


Gambar 7. Bagan Organisasi Komite
-
Organisasi Matrik
yaitu merpakan pembentukan organisasi baru, dan atau suatu satuan organisasi baru. Padahal organisasi dan atau satuan organisasi baru tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat melaksanakan program yang dimiliki.
Ciri-cirinya:
- Memanfaatkan berbagai ‘kelebihan’ yang dimiliki oleh satuan-satuan organisasi yang telah ada.
- Interaksi diantara beberapa bagian perusahaan untuk memfokuskan pada proyek tertentu.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan:
- Gabungan bakat dan ketrampilan mudah,
- Keikutsertaan dalam pengambilan keputusan,
- Kepuasan dan spesialisasi karyawan lebih besar,
- Solidaritas kelompok tinggi,
- Moral kelompok tinggi.
- Keburukan:
- Potensial ketiadaan tanggung-jawab,
- Waktu yang digunakan untuk mengambil bagian dalam proyek, mengurangi waktu untuk tugas normal,
- Karyawan mempunyai lebih dari satu bos.

sumber https://mickeybal.wordpress.com/2012/11/25/bentuk-bentuk-organisasi-2/
Salah satu usaha untuk menjamin adanya fleksibilitas dalam rangka pengembangan organisasi, maka bentuk organisasi harus diusahakan sesederhana mungkin. Dalam perkembangannya sampai sekarang ini pada pokoknya ada beberapa macam bentuk organisasi yang masing-masing mempunyai kebaikan dan keburukannya.
- Organisasi Lini
- Organisasi Staf
- Organisasi Fungsional
- Organisasi Lini dan Staf
- Organisasi Fungsional dan Lini
- Organisasi Fungsional dan Staf
- Organisasi Komite
- Organisasi Matrik******
- Organisasi Lini
adalah
bentuk organisasi yang didalamnya tedapat garis wewenang yang berhubungan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan. Setiap kepala unit mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan kepada kepala unit satu tingkat diatasnya. Disebut sebagai organisasi lini (line/command
organization) jika dalam pembagian tugas serta
wewenang terdapat perbedaan yang nyata antara
satuan organisasi pimpinan dengan satuan organisasi
pelaksana.Ciri-cirinya:- Jumlah karyawannya sedikit,
- Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana,
- Sarana dan prasarananya terbatas,
- Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung,
- Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer.Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando,
- Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar,
- Proses decision making berjalan cepat,
- Disiplin dan loyalitas tinggi,
- Rasa saling pengertian antar anggota tinggi,
- Kesatuan arah dan perintah lebih
terjamin serta pengawasan dan koordinasi lebih
mudah.
- Keburukan
- Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis,
- Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat,
- Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedaka dengan tujuan organisasi,
- Karyawan tegantung pada satu orang dalam organisasi,
- keputusan diambil oleh satu orang maka keputusan tersebut sering kurang sempurna serta dibutuhkan pemimpin yang berwibawa dan berpengetahuan luas, yang tidak mudah ditemukan.

Gambar 1. Bagan Organisasi Lini
- Organisasi Staf adalah suatu bentuk organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pimpinan tertinggi. Bawahan hanya berfungsi memberikan bantuan untuk kelancaran tugas pimpinan. Didalam praktik, organsasi kantor yang murni menjalankan sistem/bentuk staf tidak ada, karena tidak ada pekerjaan kantor yang seratus persen terdiri atas pekerjaan pikiran saja. Disebut organisasi staf jika dalam organisasi dikembangkan satuan organsasi staf yang berperan sebagai pembantu pimpinan. Bantuan yang diberikan oleh staf tersebut hanya bersifat nasihat saja, sedangkan keputusan dan pelaksanan dari keputusan tersebut tetap berada ditangan pimpinan. Bentuk ini biasanya sangat cocok bila digabungkan dengan bentuk organisasi lainnya.
Ciri-cirinya:
- Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana.
- Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan.
- Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Keputusan dapat lebih baik, karena telah dipikirkan oleh sekelompok kalangan ahli.
- Keburukan
- Pengambilan keputusan lebih lama dari pada organisasi lini dan karena itu dapat menghambat kelancaran program.

Gambar 2. Bagan Organisasi Staf
- Organisasi Fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.Ciri-cirinya:
- Organisasi kecil,
- Didalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli,
- Spesialisasi dalam pelaksaan tugas,
- Target yang hendak dicapai jelas dan pasti,
- Pengawasan dilakukan secara ketat.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Program terarah, jelas, dan cepat,
- Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai,
- Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat.
- Keburukan
- Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi.
- Koordinasi sulit dilaksanakan,
- Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan.

Gambar 3. Bagan Organisasi Fungsional
- Organisasi Lini dan Staf
adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staf yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel dan sebagainya. Pada bentuk organisasi ini peranan staf tidak hanya terbatas pada pemberian nasehat tetapi juga diberikan tanggung jawab melaksanakan kegiatan tertentu. Bantuan yang diharapkan dari staf tidak hanya beruap pemikiran saja, tetapi juga telah menyangkut pelaksanaannya.Ciri-cirinya:- Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung,
- Karyawan banyak,
- Organisasi besar,
- Ada dua kelompok kerja dalam organisasi yaitu personel lini dan personel staf sehingga ditekankan adanya spesialisasi. Personel lini membuat keputusan yang menghasilkan sasaran bisnis spesifik. Sedangkan personel staf mendukung usaha-usaha dari jabatan lini.
Kebaikan dan keburukannya:- Kebaikan
- Ada pembagian tugas yang jelas,
- Kerjasama dan koordinasi dapet dilaksanakan dengan jelas,
- Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin, sehingga mendorong
disiplin dan tanggung jawab kerja yang tinggi, - Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place,
- Organisasi ini fleksibel untuk diterapkan,
- Keputusan yang diambil lebih baik karena telah
dipikirkan oleh sejumlah orang, - Tanggung jawab
pimpinan berkurang dan karena itu lebih memusatkan
perhatian pada masalah yang lebih penting,
- Keburukan
- Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan,
- Proses decision making berliku-liku, lebih lama serta jika staf tidak mengetahui
batas-batas wewenangnya dapat menimbulkan
kebingungan pelaksana, - Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil-system patronage,
- Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lainnya.

Gambar 4. Bagan Organisasi Lini dan Staf
- Organisasi Fungsional dan Lini
adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.Ciri-cirinya:- Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan,
- Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional,
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaaneselon.
Kebaikan dan keburukannya:- Kebaikan
- Solodaritas dan disiplin tinggi,
- Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan secara maksimum,
- Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.
- Keburukan
- Kurang fleksibel dan tour of duty,
- Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang,
- Spesialisasi memberikan kejenuhan.

Gambar 5. Bagan Organisasi Fungsional dan Lini
- Organisasi Fungsional dan Staff
adalah organisasi yang merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari dua bentuk organisasinya.Ciri-cirinya:- Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan,
- Spesialisasi secara praktis pada pada pejabat fungsional,
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat pekerjaan.
Gambar 6. Bagan Organisasi Fungsional dan Staf
- Organisasi Komiteadalah suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Organisasi komite terdiri dari Executive Committee (Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini.
Dan
Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf.Ciri-cirinya:- Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
- Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
- Asas musyawarah sangat ditonjolkan.
- Organisasinya besar dan struktur tidak sederhana
- Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan dan keburukannya:
- Kebaikan
- Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan,
- Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil,
- Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin.
- Keburukan
- Proses decision making sangat lambat,
- Biaya operasional rutin sangat tinggi,
- Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab.


Gambar 7. Bagan Organisasi Komite
- Organisasi Matrik
yaitu merpakan pembentukan organisasi baru, dan atau suatu satuan organisasi baru. Padahal organisasi dan atau satuan organisasi baru tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat melaksanakan program yang dimiliki.Ciri-cirinya:- Memanfaatkan berbagai ‘kelebihan’ yang dimiliki oleh satuan-satuan organisasi yang telah ada.
- Interaksi diantara beberapa bagian perusahaan untuk memfokuskan pada proyek tertentu.
Kebaikan dan keburukannya:- Kebaikan:
- Memanfaatkan berbagai ‘kelebihan’ yang dimiliki oleh satuan-satuan organisasi yang telah ada.
- Gabungan bakat dan ketrampilan mudah,
- Keikutsertaan dalam pengambilan keputusan,
- Kepuasan dan spesialisasi karyawan lebih besar,
- Solidaritas kelompok tinggi,
- Moral kelompok tinggi.
- Keburukan:
- Potensial ketiadaan tanggung-jawab,
- Waktu yang digunakan untuk mengambil bagian dalam proyek, mengurangi waktu untuk tugas normal,
- Karyawan mempunyai lebih dari satu bos.

sumber https://mickeybal.wordpress.com/2012/11/25/bentuk-bentuk-organisasi-2/



Komentar
Posting Komentar